TNews, NIAS – Kabar mengenai putus totalnya Jembatan Bailey di wilayah Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, dipastikan tidak benar. Informasi tersebut sebelumnya sempat memicu kepanikan warga setelah beredar luas di media sosial pada Minggu (29/3/2026) dini hari.
Unggahan itu pertama kali muncul dari akun Facebook bernama Zeboea Syukur sekitar pukul 03.42 WIB. Dalam narasinya, disebutkan bahwa jembatan tidak lagi bisa dilalui dan kembali rusak seperti sebelumnya. Informasi tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup, termasuk komunitas warga Pulau Nias.
Namun, sejumlah warga langsung melakukan penelusuran. Yus Buulolo mengaku telah mengonfirmasi kondisi jembatan kepada pihak kecamatan dan masyarakat sekitar Boronadu. Hasilnya, tidak ditemukan adanya kerusakan seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut.
Hal senada disampaikan Butar Sam yang menegaskan bahwa kondisi jembatan masih aman dan tetap dapat dilalui kendaraan. Ia bahkan membagikan dokumentasi video terbaru sebagai bukti kondisi terkini di lapangan.
“Jangan langsung percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Kondisi jembatan masih normal,” ujarnya dalam tanggapan di media sosial.
Sementara itu, Tohus Halawa mendesak agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi guna mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan.
Dari hasil penelusuran awak media hingga Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB, Jembatan Bailey Boronadu dipastikan masih berfungsi dengan baik. Foto dan video terbaru yang beredar juga memperlihatkan tidak adanya kerusakan signifikan.
Salah seorang warga, Yusman Zebua, meminta pemilik akun penyebar informasi segera memberikan klarifikasi. Ia menilai kabar yang tidak benar tersebut telah menimbulkan keresahan, terutama bagi warga yang bergantung pada akses jembatan untuk aktivitas harian.
“Kalau tidak ada penjelasan, ini bisa dilaporkan karena sudah meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, permintaan konfirmasi juga telah disampaikan kepada Sampe T. Butar-butar selaku Dandim 0213/Nias guna memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus meredam penyebaran disinformasi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial. Tanpa verifikasi yang jelas, sebuah kabar dapat dengan cepat memicu kepanikan dan berdampak luas di tengah masyarakat. (Feberius)







