Eks Manajer PG Kwala Madu Klaim Temuan BPK 2025 Tuntas

Aktivitas di kawasan Pabrik Gula Kwala Madu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin, 2 Maret 2026. (Foto: ND/TNews)

TNews, LANGKAT – Mantan Manajer PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula Kwala Madu, Monang, memastikan temuan audit BPK RI tahun 2025 di unit usaha tersebut telah diselesaikan.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di Langkat, Senin (2/3/2026). Ia menegaskan, persoalan yang sempat menjadi sorotan sudah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kalau pun ada temuan saat audit, sudah kami selesaikan. Di masa saya menjabat, insyaallah tidak ada yang tertinggal,” ujar Monang kepada wartawan.

Ia tak menampik, dinamika dan kritik selama menjabat merupakan hal yang lumrah. Namun, menurutnya, penyelesaian temuan audit menjadi prioritas agar tidak berlarut-larut dan berdampak pada kinerja perusahaan.

Audit BPK RI pada 2025 sebelumnya mencatat sejumlah temuan administrasi dan pengelolaan yang harus ditindaklanjuti manajemen. Sesuai ketentuan, setiap rekomendasi hasil audit wajib diselesaikan, termasuk pengembalian kerugian negara apabila ditemukan.

Ketua LSM P3H, Muhammad Jaspen Pardede, menilai langkah penyelesaian tersebut sudah tepat. Ia mengingatkan bahwa dalam mekanisme Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR), setiap kerugian di lingkungan BUMN maupun instansi pemerintah harus dikembalikan.

“Kalau memang sudah dikembalikan dan diselesaikan sesuai aturan, tentu itu kita apresiasi. Karena hasil audit wajib ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Jaspen, keterbukaan dalam menyampaikan progres penyelesaian temuan audit penting untuk menjaga kepercayaan publik, terlebih perusahaan tersebut beroperasi di sektor strategis pangan di Sumatera Utara.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari manajemen aktif SGN terkait rincian penyelesaian rekomendasi audit tersebut. Namun, sejumlah pihak berharap persoalan serupa tidak kembali terulang agar operasional pabrik gula di Kabupaten Langkat tetap stabil dan mendukung kebutuhan gula masyarakat. (Nanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan