Kecelakaan di Tol Binjai–Langkat Diduga Dipicu Asap Pembakaran Tebu, Pabrik Kwala Madu Tegaskan Tidak Terlibat

Gambar: Kecelakaan di Tol Binjai–Langkat Diduga Dipicu Asap Pembakaran Tebu, Pabrik Kwala Madu Tegaskan Tidak Terlibat.

TNews, LANGKAT — Pihak manajemen Pabrik Gula Kwala Madu akhirnya memberikan klarifikasi terkait kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Tol Binjai–Langkat pada Rabu (4/3/2026). Insiden tersebut sebelumnya dikaitkan dengan kepulan asap tebal yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran tebu di sekitar kawasan jalan tol.

Manajer Keuangan Pabrik Kwala Madu, Ikhlasul Manna, menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan pembakaran tebu di area sekitar lokasi kejadian. Ia menyebut aktivitas pengelolaan tebu oleh perusahaan memiliki tempat khusus di dalam kawasan pabrik.

“Kami tidak melakukan pembakaran tebu di dekat jalan tol. Semua aktivitas terkait pengolahan tebu sudah memiliki tempat tersendiri di area pabrik,” ujar Ikhlasul saat dikonfirmasi pada Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, apabila ditemukan adanya oknum dari pihak perusahaan yang terlibat dalam aktivitas tersebut, manajemen tidak akan ragu untuk menindak secara hukum.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang terjadi dan berharap aparat penegak hukum segera mengusut penyebab pasti munculnya asap yang mengganggu jarak pandang pengendara di ruas tol tersebut.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Kami berharap pihak kepolisian segera menyelidiki peristiwa pembakaran tebu di sekitar Tol Binjai–Langkat agar pelakunya dapat ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.

Ikhlasul menambahkan, pengawasan terhadap aktivitas di lapangan menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia menilai pihak perkebunan perlu memastikan para pekerjanya mematuhi aturan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Sementara itu, Humas Pabrik Kwala Madu, Syahrial, mengaku telah mengetahui kabar kecelakaan yang sempat viral di media sosial. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimbulkan korban tersebut.

Menurutnya, pihak yang melakukan pembakaran tebu hingga menimbulkan asap di sekitar jalan tol harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

“Siapa pun yang melakukan pembakaran hingga menyebabkan kecelakaan harus bertanggung jawab. Kami berharap aparat bisa segera mengungkap pelakunya,” ujar Syahrial.

Seperti diketahui, kecelakaan di ruas Jalan Tol Binjai–Langkat diduga dipicu oleh asap tebal yang menutup jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut memicu tabrakan yang melibatkan sejumlah kendaraan dan menimbulkan korban di lokasi kejadian.*

Peliput: Nanda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan