Layanan Dukcapil Langkat Didorong Serba Digital

Gambar: Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati Langkat, Senin, 2 Maret 2026, dengan penekanan percepatan digitalisasi layanan administrasi kependudukan. (Foto: Nanda/TNews).

TNews, LANGKAT – Pemerintah Kabupaten Langkat mendorong percepatan transformasi digital pada layanan administrasi kependudukan. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (2/3/2026).

Dalam arahannya, Tiorita yang mewakili Bupati Syah Afandin menekankan bahwa pelayanan publik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, masyarakat kini menuntut layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses.

Ia menyoroti peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Langkat dalam mengakselerasi digitalisasi administrasi kependudukan. Salah satu langkah yang digenjot adalah implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), sebagai bagian dari transisi dari KTP fisik menuju sistem berbasis elektronik.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pelayanan harus profesional, responsif, dan akuntabel,” ujar Tiorita di hadapan peserta apel.

Ia menjelaskan, Disdukcapil juga mulai menerapkan verifikasi layanan melalui QR Code pada aplikasi resmi IKD, sekaligus memperluas layanan berbasis elektronik untuk memangkas antrean dan mempercepat proses administrasi.

Tak hanya itu, program jemput bola tetap dijalankan untuk menjangkau warga di wilayah terpencil maupun kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Layanan khusus juga disiapkan bagi masyarakat terdampak bencana, agar dokumen kependudukan yang hilang dapat segera diganti.

Upaya pembaruan data terus dilakukan melalui integrasi lintas instansi, termasuk untuk kepentingan perpajakan dan layanan kesehatan. Langkah ini diharapkan meminimalkan perbedaan data antar lembaga dan meningkatkan akurasi basis data kependudukan.

Sejumlah ASN yang ditemui usai apel mengakui tantangan terbesar transformasi digital terletak pada kesiapan sumber daya manusia dan literasi masyarakat. Namun, mereka optimistis percepatan sistem digital akan memangkas birokrasi yang selama ini dianggap berbelit.* (Nanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan