Supervisi PKK di Langkat Soroti Kinerja Kader Desa, Evaluasi Program Jadi Fokus

Gambar: Ketua TP PKK Kabupaten Langkat bersama tim supervisi TP PKK Provinsi Sumatera Utara mengikuti kegiatan evaluasi program pemberdayaan keluarga di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Selasa, 7 April 2026. (Foto: IKP/Kominfostan Langkat).

TNews, LANGKAT – Kunjungan tim supervisi TP PKK Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Langkat, Selasa (7/4/2026), tidak sekadar agenda rutin. Di balik pertemuan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat itu, sejumlah catatan evaluasi terhadap kinerja kader PKK di tingkat desa mulai mengemuka.

Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Endang Kurniasih Syah Afandin, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa supervisi ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana program pemberdayaan keluarga benar-benar berjalan di lapangan.

“Ini bukan hanya penilaian, tapi juga ruang untuk berbenah. Kita ingin program PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Tim supervisi yang dipimpin Rukyat melakukan penilaian terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari tertib administrasi hingga program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga. Beberapa kategori yang menjadi perhatian di antaranya pola asuh anak dan remaja, peningkatan pendapatan keluarga, pemanfaatan pekarangan, hingga layanan kesehatan seperti pemeriksaan IVA.

Sejumlah desa di Langkat bahkan telah ditetapkan sebagai lokasi pembinaan khusus. Desa-desa ini menjadi percontohan dalam pelaksanaan program PKK, sekaligus tolok ukur keberhasilan yang nantinya akan dibandingkan dengan wilayah lain.

Di sisi lain, perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat mengakui bahwa tantangan terbesar justru berada di tingkat pelaksanaan. Meski program telah dirancang, tidak semua berjalan optimal di lapangan, terutama pada level dasawisma yang menjadi ujung tombak kegiatan.

Kehadiran tim dari provinsi diharapkan dapat memberikan masukan sekaligus dorongan bagi kader PKK agar lebih aktif dan inovatif dalam menjalankan program.

Sementara itu, perwakilan TP PKK Provinsi Sumatera Utara menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan 10 program pokok PKK. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari laporan administrasi, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Diskusi dalam kegiatan tersebut berlangsung cukup dinamis. Beberapa peserta mengungkapkan kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga rendahnya partisipasi masyarakat di beberapa wilayah.

Supervisi ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi menjelang peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2026. Namun lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pemberdayaan keluarga sangat bergantung pada peran aktif kader di tingkat paling bawah.* (Nanda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan