TNews, BINJAI — Seorang pria berinisial RK, warga Kota Binjai, mendadak menjadi perhatian publik setelah aksinya mengaku sebagai perwira menengah TNI viral di media sosial. Dalam siaran langsung melalui akun TikTok @binjai_story70, RK tampil mengenakan seragam Tentara Nasional Indonesia lengkap dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol), serta menyebut dirinya satu angkatan dengan Mayor Teddy.
Video tersebut cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah warga mendesak Subdenpom I/5-2 Binjai untuk segera memeriksa yang bersangkutan, lantaran tindakan tersebut dinilai berpotensi melanggar hukum dan mencoreng nama institusi TNI.
Dalam tayangan live itu, RK beberapa kali melontarkan pernyataan yang menimbulkan tanda tanya. Saat seorang penonton remaja menanyakan bobot tubuhnya ketika mengenakan seragam TNI, RK menjawab dengan nada bercanda, “Namanya juga suhu tubuh makin naik karena bahagia.” Tak hanya itu, ia juga sempat meminta penghormatan dari para penonton dengan alasan statusnya sebagai perwira TNI.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Subdenpom I/5-2 Binjai mengaku telah bergerak. Perwira Subdenpom, Lettu Poltak Silaen, mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya pencarian terhadap RK untuk dimintai klarifikasi.
“Sudah kami koordinasikan dengan anggota untuk memanggil yang bersangkutan. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan sebatas klarifikasi dan pengingat terkait video yang beredar,” ujar Poltak kepada wartawan.
Ia menegaskan, penggunaan atribut dan pengakuan sebagai anggota TNI oleh warga sipil tidak dapat dianggap sepele. Selain menyesatkan publik, tindakan semacam itu juga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sesuai ketentuan hukum, setiap orang yang dengan sengaja mengaku sebagai anggota TNI tanpa hak, mengenakan seragam, pangkat, atau identitas militer dapat dijerat pidana. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun dan/atau denda hingga Rp50 juta.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan RK masih belum diketahui. Aparat Polisi Militer memastikan penelusuran terus dilakukan guna memastikan kebenaran status yang bersangkutan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.*
Peliput: ND







