TNews, MEDAN– Keberadaan satu unit motor genset travo bertegangan tinggi di bahu Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, memicu keresahan warga. Peralatan listrik berisiko tinggi tersebut diduga dipindahkan dari dalam area pabrik atau gudang plastik mainan ke pinggir jalan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan pada Selasa (2/2/2026), genset travo itu diletakkan persis di tepi badan jalan yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait potensi kecelakaan, korsleting, hingga kebakaran.
Sejumlah warga mempertanyakan tanggung jawab atas keberadaan genset travo tersebut. Pasalnya, selain bertegangan tinggi, peralatan itu diketahui bukan fasilitas umum, melainkan digunakan untuk kepentingan operasional pabrik plastik mainan setempat.
“Kalau nanti rusak atau terbakar, siapa yang bertanggung jawab? Ini kan di jalan umum,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi di lokasi, seorang karyawan pabrik plastik mainan bernama Cici menyebut bahwa genset travo tersebut merupakan milik dan tanggung jawab PLN. Ia juga mengklaim pemindahan genset dilakukan oleh pihak PLN.
“Itu punya PLN. Sudah berbulan-bulan di luar, di jalan genset travonya. Yang mindahkan dari dalam gudang ini orang PLN,” ucap Cici singkat sebelum meninggalkan wartawan.
Sementara itu, Manager PLN ULP Delitua melalui Humas PLN Sumatera Utara, Surya Sitepu, memberikan penjelasan tertulis saat dikonfirmasi wartawan. Dalam keterangannya, PLN menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan serta menangani setiap gangguan sesuai standar pelayanan yang berlaku.
“Setiap gangguan dan keluhan ditangani secara cepat, tepat, dan berkelanjutan sesuai standar pelayanan, sebagai bentuk tanggung jawab PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan,” ujar Oktavo Naibaho, Manager PLN ULP Delitua, dalam pesan singkatnya.
Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait alasan pemindahan genset travo ke bahu jalan maupun langkah pengamanan yang dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat.
Terpisah, Lurah Kedai Durian, Elfrida Nababan, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Hal itu disampaikannya saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp.
“Terima kasih laporannya, akan kami tindak lanjuti,” ujar Elfrida.*
Peliput: ND







