TNews, TANJUNGBALAI – Upaya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai mendapat respons dari kalangan perguruan tinggi. Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota, Jumat (20/2/2026), perwakilan Universitas Prima Indonesia (UNPRI) memaparkan peluang kerja sama strategis, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN.
Audiensi tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina. Hadir memimpin rombongan UNPRI, Dekan Fakultas Ekonomi Prof. Dr. Fajar Ananda Lubis bersama jajaran pimpinan fakultas.
Dalam pertemuan itu, Fadly menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk mendorong pelayanan publik yang lebih profesional. Ia menyebut program RPL dapat menjadi salah satu solusi percepatan peningkatan kualifikasi pendidikan ASN tanpa harus meninggalkan tugas pokok dalam waktu lama.
“Kalau kompetensi aparatur meningkat, pelayanan ke masyarakat juga ikut terdongkrak. Ini yang ingin kita capai,” ujarnya usai pertemuan.
Program RPL memungkinkan pengalaman kerja dan pelatihan yang telah dimiliki ASN diakui sebagai bagian dari proses akademik, sehingga memperpendek masa studi menuju jenjang Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2).
Sementara itu, Prof. Fajar Ananda Lubis mengatakan pihaknya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya pada peningkatan kualifikasi pendidikan ASN, tetapi juga riset-riset terapan yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Menurutnya, potensi sumber daya alam dan sektor usaha di Tanjungbalai masih bisa dikembangkan melalui kajian akademik yang terstruktur. “Kami siap bersinergi melalui penelitian dan pendampingan, termasuk mendukung program-program prioritas daerah,” katanya.
Selain peningkatan kompetensi ASN, pertemuan juga menyinggung kemungkinan dukungan akademik terhadap sejumlah program pemerintah kota seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih, terutama dari sisi kajian manajemen dan tata kelola.
Kepala Bapperida Tanjungbalai, Mariani, yang turut hadir dalam audiensi tersebut, menyambut baik rencana kolaborasi lintas sektor itu. Ia menilai peran perguruan tinggi penting dalam memastikan setiap program pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu diakhiri dengan komitmen awal untuk menindaklanjuti pembahasan teknis melalui koordinasi antara perangkat daerah dan pihak universitas.* (Indah)







